Kebaikan Tuhan

Ada sebuah cerita yang begitu menggugah hati saya dan saya coba menuliskannya kembali di Blog saya.

Bersyukur dengan apa yang kita miliki

Saya berjalan ke sebuah toko serba ada bukan untuk membeli sesuatu. Saya pun tidak sedang lapar. Saya masih sedih karena kehilangan suami saya yang sudah 57 tahun mendampingi hidup saya. Toko serba ada ini menyimpan begitu banyak kenangan.
     Suami saya sering ke toko ini bersama saya. Hampir setiap waktu sellau ia berpura-pura untuk meninggalkan saya dan mencari barang yang khusus. Saya tahu untuk apa dia pergi dan apa yang dia lakukan. Saya selalu melihatnya berjalan mendekati saya dengan tiga batang tangkai mawar kuning di tangannya.
    Dia tahu saya suka mawar kuning. Dengan hati dipenuhi duka, saya ingin membeli beberapa barang dan kemudian meninggalkan toko itu. Sejak suami saya meninggal, toko itu terasa berbeda bagi saya. Ternyata berbelanja untuk satu orang membutuhkan waktu lebih banyak daripada untuk dua orang. Saat berdiri di dekat gerai daging, saya mencari steak ukuran kecil dan ingat betapa suami saya sangat suka makan steak.
    Tiba-tiba seorang wanita berdiri di samping saya. Dia berambut pirang, langsing, dan mengenakan setelan hijau lembut. Saya memperhatikannya saat di amengambil sebuah daging steak T-bones (daging dengan tulang berbentuk T yang biasa untuk steak) dan menaruhnya di keranjang belanjanya..ragu-ragu, dan kemudian menaruhnya kembali ke rak daging. Dia berpaling dna mau pergi, tetapi sekali lagi kembali ke tumpukan daging steak itu.
    Saat tahu bahwa saya memperhatikannya, dia tersenyum. "Suami saya suka sekali T-bones, tetapi jujur saja, harganya terlalu tinggi bagi saya."
    Saya menelan emosi saya menuruni tenggorokan dan menatapmata birunya.
    "Suami saya meninggal dunia delapan hari yang lalu," Ujar saya kepadanya. Sambil melirik bungkusan daging di tangannya, saya berperang keras menahan suara saya yang bergetar. "Belikan dia steak itu. Dan nikmati setiap saat kebersamaan kalian."
     Dia menggelengkan kepalanya dan saya melihat gejolak emosi di matanya saat dia meletakkan kembali bungkusan daging itu ke keranjangnya dan mendorong kereta belanjanya pergi.
    saya menjauh dan mendorong kereta saya di selasar yang menjual hasil ternak. Di sana saya memutuskan untuk  membeli susu cair. Setelah membeli susu, saya pindah ke bagian ice cream. Jika tidak ada barang lain yang harus saya beli, biasanya saya membeli ice cream.
    Saya meletakkan ice cream saya di kereta dorong dan melihat ke selasar di depan saya. Saya melihat wanita berbaju hijau tadi mendatangi saya. Dia mengapit belanjaan di tangannya. Wajahnya memancarkan senyuman paling lebar yang pernah saya lihat! Saya merasa ada lingkarang halo (cahaya yang  biasa di lukiskan di sekeliling kepala orang-orang kudus) di sekeliling rambut pirangnya saat dia berjalan ke arah saya. Matanya lurus menatap mata saya.
    Saat dia semakin dekat, saya lihat apa yang dia pegang. Air mata saya mulai mengenang. "Ini untukm," ujarnya sambil meletakkan tiga tangkai mawar kuning di tangan saya. "Jika anda melewati kasir, mereka akan tahu bahwa mawar ini sudah di bayar." Dia membungkuk dan memberikan ciuman lembut di pipi saya, kemudian tersenyum lagi. Saya ingin memberitahunya apa yang dia telah lakukan, apa makna bunga mawar itu, tetapi mulut saya terkunci. saya memandangi saat dia menjauh, saat air mata mengaburkan penglihatan saya.
    Saya melihat ke bawah ke arah bunga-bunga mawar yang begitu indah yang dibungkus dengan kertas hijau dan bertanya-tanya apakah ini nyata. Bagaimana dia bisa thau? Tiba-tiba jawabannya tampak begitu jelas. Saya tidak sendirian disana.
    Oh, engkau tidak melupakan saya, bukan? Saya berbisik, dengan air mata menggenang. Suami saya masih bersama saya dan wanita berambut pirang itu merupakan malaikatnya.

Yap, tanpa kita sadari malaikat Tuhan senantiasa berada di dekat kita untuk mengiring kita dalam suka maupun duka. 
Saya sudah di tinggalkan mama saya sewaktu saya berusia 20 tahun, dan saya sangat ingat sekali bagaimana saat kejadian itu, tepatnya tanggal 21 maret 2012. Bagi saya itu adalah mimpi terburuk saya yang pernah terjadi dalam hidup saya. Saya haru smenyaksikan sendiri mama saya yang begitu saya sayangi harus pergi meninggalkan saya. Setiap malam sejak saat itu saya sering menangis dan memikirkannya. saya mengandai-andai, "Seandainya saja dia masih ada saat ini mungkin kami akan melakukuakn banyak hal yang tentunya menyenangkan." Sering seperti itu.Saya berusaha mengingat hal biasa yang mama saya lakukan, dan itu tidak mudah bagi saya. Bahkan sampai saat ini saya masih bersedih.
    Minggu lalu saya bertemu dengan teman saya di PICF, dan begitu melihat saya dia memberikan saya sebuah pelukan dan itu begitu hangat saya rasakan, sampai di rumah sore hari nya saya mengirimi dia pesan dan berkata "Terima kasih Grace sudah memberikanku pelukan tadi, pelukan itu begitu berarti dan saya begitu tersentuh," ujar saya padanya. Bulan ini bertepatan hari ulang tahun saya, dan saya begitu sedih karena saya selalu menginginkan ucapan selamat ulang tahun dari mama. 
    2 minggu sebelum tanggal 23 ini salah satu teman saya, Ece Alim Turkish mengucapkan selamat ulang tahun dan dia berkata bahwa dia ingin sekali menjadi orang yang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Beberapa harinya, 4 hari sebelum tanggal 23 January paman ku Jay juga mengucapkan selamat ulang tahun dan aku kembali terkejut, aku berlata padanya "Uncle Jay, actualy my birthday it was not today, but thanks," i know sweety (panggilan paman jay untukku) you 4 days and me 8 days. Dan hari ini 1 hari sebelum hari ulang tahun ku, teman ku Grace mengucapkan selamat ulang tahun untukku, betapa terkejutnya aku dan aku berkata padanya "Grace thanks but my birthday was not today, anyway i was surprised," "i know eka i was set my alrm one day early because i want be tghe first person who wanna say birthday to you." Ujar Grace padaku. 
    Seketika aku terdiam dan pergi ke toilet untuk menangis dan berdoa pada Tuhan, betapa Tuhan itu sangat baik hal yang tidak pernah terpikirkan olehku bahwa ada orang-orang yang begitu mengasihiku. Dan aku juga tahu bahwa mama ku telah mengucapkan selamat ulang tahun padaku bahkan terus memperhatikanku. Aku selalu melakukan satu kebiasaan ku sejak dulu yaitu saat malam pergantian ulang tahunku, aku pasti membeli sebuah birthday cake, ada satu lilin dan aku akan membariskan satu persatu boneka ku. Saat ini aku memiliki boneka dari Mommy Frances, my aussie mum, boneka mama ku, boneka dari bapak dan teman, aku anggap itu semua sudah cukup mewakili mereka untuk dapat merayakan ulang tahun  bersama ku. 
    Aku menulis ini pukul 2:30 PM dan waktu specialku sebentar lagi, perasaan ku saat ini hanyalah sedih, senang dan bingung. Aku seperti sedang menunggu surprise dari Tuhan untuk ku. I'm turn 23 and I'm getting old but I'm never too old to set another goal. This is my year of dreams coming true.
   Terima kasih terucap untuk kalian yang sudah memperatikan ku, menyayangi ku dan berbagi kasih dengan ku, aku yakin mama ku juga akan berterima kasih pada kalian, dia sedang memperhatikan kita dari surga.
   Tuhan itu baik :) 

Yohanes 14:18 " Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

He is AMAZING

Apapun yang terjadi di dalam hidupku tetap ku berkata Tuhan Yesus baik

Cinta itu sebuah kata, sebuah rasa yang sa