Kebaikan Tuhan
Ada sebuah cerita yang begitu menggugah hati saya dan saya coba menuliskannya kembali di Blog saya. Bersyukur dengan apa yang kita miliki Saya berjalan ke sebuah toko serba ada bukan untuk membeli sesuatu. Saya pun tidak sedang lapar. Saya masih sedih karena kehilangan suami saya yang sudah 57 tahun mendampingi hidup saya. Toko serba ada ini menyimpan begitu banyak kenangan. Suami saya sering ke toko ini bersama saya. Hampir setiap waktu sellau ia berpura-pura untuk meninggalkan saya dan mencari barang yang khusus. Saya tahu untuk apa dia pergi dan apa yang dia lakukan. Saya selalu melihatnya berjalan mendekati saya dengan tiga batang tangkai mawar kuning di tangannya. Dia tahu saya suka mawar kuning. Dengan hati dipenuhi duka, saya ingin membeli beberapa barang dan kemudian meninggalkan toko itu. Sejak suami saya meninggal, toko itu terasa berbeda bagi saya. Ternyata berbelanja untuk satu orang membutuhkan waktu lebih banyak daripada untuk ...