Not my will but yours be done

"Tak ada manusia yang terlahir sempurna" yappp lirik lagu ini has been inspired me to keep walking and trust to Him that when the world says give up HOPE whispers 'try it one more time.' Dan kata-kata itu juga yang aku temukan pagi ini.

Perlu di inget kita ada di dunia ini bukan untuk mencari kesempurnaan hidup ataupun untuk menjadi sempurna melainkan untuk menjadi pelengkap satu dengan yang lainnya dan juga untuk memenuhi setiap panggilan hidup kita.
Aku yakin setiap kita sudah punya talenta yang Tuhan kasih, besar kecilnya itu ngga jadi masalah asalkan berfungsi atau berdampak bagi orang lain. Jangan pandang bahwa dirimu bakal ngga bisa ngelakuinnya, terbatasnya dirimu and ect. Aku juga sangat yakin, Tuhan ngga akan berdiam saja saat kita memang mau berusaha dan tentunya tetep ngandalin Tuhan.
All of us have dreams and aspirations in life. And some of these dreams are our own, but the problem comes when these dreams are not what God dreams for us and we insist on our own will instead of saying like Jesus, 'Not my will but yours be done.'  So, let God take over of all. Ngga ada yang terlambat bagi Tuhan ataupun ngga ada hal yang Tuhan ngga bisa lakukan. Pernah denger cerita Saat tempe belum jadi? Dimana, pada suatu hari, ada seorang ibu pembuat tempe sedang sakit, tetapi berusaha membuat tempe. Akibatnya, si ibu agak lambat membuat tempenya. Tiba waktunya bagi ibu ini harus berangkat ke pasar untuk menjual tempe buatannya, tetapi tempe itu belum jadi. Akhirnya, si ibu mulai berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, aku tahu mukjizat-Mu sangat nyata karena itu, ubahlah kedelai-kedelai ku ini menjadi tempe yang bisa ku jual." Ketika selesai berdoa dan membuka mata, ternyata kedelai-kedelai itu masih tetap belum berubah menjadi tempe. Si ibu berdoa lagi, "Tuhan, aku tahu Engkau akan mengubah kedelai-kedelaiku ini menjadi tempe pada saat aku sedang berjualan ke pasar." Pada saat si ibu tiba di pasar, dengan hati-hati, di bukanya salah satu dari bungkus tempenya, ternyata tetap kedelai dan belum menjadi tempe. Dengan perasaan kecewa, si ibu mulai mengungkapkan kata-kata kekecewaannya, "Tuhan, kenapa Engkau tidak mengubah kedelai-kedelaiku menjadi tempe yang bisa kujual. Engkau mengatakan mengasihi umat-Mu, mana buktinya?" Si ibu mulai tambah bingung ketika seluruh dagangan pedagang di samping kiri dan kanannya habis terjual, tetapi belum satupun tempe ibu ini terjual. Akhirnya, si ibu mulai berkemas-kemas dan siap pulang. Tiba-tiba, seorang ibu berteriak-teriak mencari siapa pedagang yang mempunyai tempe yang belum jadi karena tempe itu mau di kirim ke luar kota. Tempe si ibu yang belum habis diborong oleh pembeli tadi. Saat itu, si ibu tersungkur minta ampun kepada Tuhan karena tidak percaya akan kuasa Tuhan yang ajaib.

Berapa banyak kita yang ketika berdoa memaksakan agar isi doa kita segera di jawab oleh Tuhan? Dengan pikiran kita, sengan caranya kita dan tentunya dengan maunya kita. Hey, i have to tell you bahwa jawaban Tuhan atas doa-doa kita sudah ada masalahnya hanya saja sering sekali kita ingin cepat tanpa mau menunggu. Tuhan hanya ingin lihat, apakah kita percaya (maksud disini adalah benar-benar percaya) bahwa Tuhan bisa melakukannya! Dan sering sekali respon yang salah yang kita berikan pada Tuhan, apa perlu keadaan kita tunggu seperti si ibu penjual tempe itu? Pilihan ada di kita kok ☺

"Jika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, Dia hanya sejauh doa. Jika hati kita menjauh dari-Nya, meskipun dekat, Tuhan jadi tidak terjangkau. Dan jika Tuhan mengirimkan rumput saat kita meminta daging, Dia hanya menyuruh kita bersabar dan menggemukkan sapi yang kita plihara" Xavier Quentin Pranata-

Salam,

Eka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

He is AMAZING

Apapun yang terjadi di dalam hidupku tetap ku berkata Tuhan Yesus baik

Cinta itu sebuah kata, sebuah rasa yang sa