KARTINI DIKELUARGAKU
Terinspirasi
Saat aku membaca sebuh status, dan itu membuat aku berkata Ya...But with God nothing is impossible!.
"Aku pernah punya masa lalu yang kelam dan jatuh dalam dosa. Aku juga pernah hidup susah dan harus terpaksa puasa. Aku pernah kekurangan gizi, masuk rumah sakit dan harus bolak balik kontrol karena demi bayar kontrakan dan biaya kuliah".
Aku juga pernah alami hal itu sebelumnya, pernah kerja dari pagi ke malam dan cuma tidur beberapa jam saja dalam sehari. Aku pernah frustrasi karena masalah finance keluargaku sedang tidak baik saat itu dan pada saat itu tidak ada yang menolong kami. Aku juga harus menunda kuliahku demi sekolah adik-adikku dulu. Aku juga rela mengerjakan apa saja hanya untuk mendapatkan uang (pekerjaan yang halal dan pernah menjadi waiters di sebuah restoran). Aku tidak memikirkan cita-cita ku lagi untuk sesaat, mungkin tujuanku pada saat itu adalah, bagaimana aku bisa membiayai dan membuat keluargaku bahagia. Yah... Aku masuk dalam proses itu juga dan itu membuatku mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup, pelajaran yang berharga yang mebuatku menjadi pribadi yang kuat. Bahkan, jika pada saat itu kondisi kami masih baik-baik saja, maka aku tidak akan pernah tahu seperti apa rasanya sebuah perjuangan. Bagaimana rasanya harus mencari uang di usiaku yang dini, dan itu bukan hanya untuk diriku sendiri tapi untuk keluargaku juga. Setiap bulannya setiap kali menerima gaji atas pekerjaan yang aku lakukan, aku harus menyisihkannya untuk mereka. Dan ini tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, yah hidup susah dan tidak memiliki uang (aku rasa orang lain juga tidak akan pernah memikirkan hidupnya seperti itu), namun inilah hidup, Tuhan punya berbagai cara untuk membuat kita mengandalkannya, untuk membuat kita terkagum-kagum atas pekerjaan Tangan Nya, Dia tahu apa yang terbaik bagi kita. Saat kita memang di izinkan masuk dalam proses itu, dan kita taat maka percayalah Upah kita sudah Dia sediakan.
Itu mengajarkanku bagaimana aku harus terus berjuang dan mengandalkan Tuhan, mungkin ini adalah judulnya "Berjuang bersama Tuhan.".
"Sekarang aku menikmati hasilnya dan membentukku menjadi pribadi yang kuat, gak cengeng, gak mudah menyerah dan memiliki mental pejuang. Tuhan memberkati dan akan memperhitungkan setiap jerih lelah kita, sekarang mungkin engkau menabur dengan air mata, pada waktunya Tuhan kamu akan menuai dengan sorak sorai".
Itu benar sekali! Proses yang ada akan membentuk siapa dan menjadi apa kita. Aku percaya, Tuhanku bukan Tuhan yang tidak perduli, bukan Tuhan yang bisu atau bukan Tuhan yang tidak bisa mendengar setiap jeritan kita. Tuhan bisa saja memberkati kita dan memberikan kekayaan yang Dia miliki tapi bukan itu yang Tuhan mau, melainkan ketaatan hati kita dan apakah kita mau di proses? Namun masalahnya sering sekali kita tidak mau menerima proses itu dan hanya mau menikmati hasilnya saja. Sama seperti Tuhan Yesus saat Dia di kayu salib, bukannya Tuhan tidak bisa melarikan diri pada saat itu atau melepaskan dirinya dari kayu salib tapi karena Dia tahu kehendak Bapa. Sekarang aku bisa menikmati setiap proses yang Tuhan kasih dan perlahan Tuhan mulai pulihkan, bersama Tuhan semua akan baik-baik saja. Itu menurutku, karena setiap proses yang Tuhan izinkan masuk dalam hidupku, Tuhan gak akan biarkan aku sendirian melewatinya. sama halnya saat kita masih kecil, sewaktu kita mulai belajar untuk berjalan, orang tua kita seolah membiarkan kita berjalan sendirian dan tanpa mau memegang tangan kita namun tidak, mereka terus memperhatikan kita, ada saat dimana memang mereka akan memegang tangan kita tapi ada saat dimana mereka akan melepaskan tangan mereka agar kita bisa berjalan sendiri dan saat memang ada batu atau lobang mereka tidak membiarkan batu itu sampai melukai kita atau kita sampai masuk kedalam lobang itu bahkan saat kita terjatuh pun orang tua kita akan berlari, mengangkat dan menggendong kita kembali. Karena mereka mengerti, karena Tuhan mengerti kita juga! Aku akan melihat pekerjaan Tuhan yang luarbiasa, aku melihat kemenangan dan aku melihat pintu sudah terbuka.
Aku juga belajar dari kisah Yusuf, kita tentunya tahu kisah Yusuf, bagaimana Ia dipakai Tuhan namun sebelum itu, dia juga melewati proses. Ingat, definisi HEBAT, LUARBIASA itu adalah apa yang terjadi dibalik panggung. Pelari yang hebat bukan pelari yang tidak pernah melakukan latihan, paduan suara yang hebat bukan paduan suara yang tidak pernah latihan, karena latihanlah mereka jadi terbentuk menjadi pelari-pelari yang hebat, menjadi paduan suara yang hebat yang memiliki suara yang indah. Hidup juga seperti itu, apapun yang terjadi adalah latihan untuk membuat kita semakin kuat. Buktikan saja!
Apakah kita pernah bersyukur atas keadaan diri kita dan yang kita miliki saat ini? Jika dilahirkan dalam kondisi tubuh yang normal, pernahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan? Atau, kita merasa bahwa semua ini memang seharusnya begitu? Saat menikmati apa yang anda miliki, pernahkan anda untuk sesaat lamanya, menengadah dengan air mata syukur kepada Tuhan? Atau justru anda mengeluh karena tidak memiliki seperti yang dimiliki oleh orang lain? Mengapa kita sering kali menyerah kalah, bahkan sebelum bertanding? Mengapa kita tidak belajar dari kesetiaan Tuhan? Aku selalu katakan bahwa kebahagiaan, kesejahteraan hidup, kedamaian, sukacita dan kekayaan (hidup yang berkecukupan) adalah bonus yang Tuhan kasih atas perjuangan kita. Itu semua Tuhan akan kasih saat kita selesai, saat kita memang taat dan pada waktunya Tuhan kita akan menuai dengan sorak sorai.
Apakah kita pernah bersyukur atas keadaan diri kita dan yang kita miliki saat ini? Jika dilahirkan dalam kondisi tubuh yang normal, pernahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan? Atau, kita merasa bahwa semua ini memang seharusnya begitu? Saat menikmati apa yang anda miliki, pernahkan anda untuk sesaat lamanya, menengadah dengan air mata syukur kepada Tuhan? Atau justru anda mengeluh karena tidak memiliki seperti yang dimiliki oleh orang lain? Mengapa kita sering kali menyerah kalah, bahkan sebelum bertanding? Mengapa kita tidak belajar dari kesetiaan Tuhan? Aku selalu katakan bahwa kebahagiaan, kesejahteraan hidup, kedamaian, sukacita dan kekayaan (hidup yang berkecukupan) adalah bonus yang Tuhan kasih atas perjuangan kita. Itu semua Tuhan akan kasih saat kita selesai, saat kita memang taat dan pada waktunya Tuhan kita akan menuai dengan sorak sorai.
Bagaimana jika kita mengalihkan diri kita sendiri kepada Sang Pencipta dan menyerahkan semua keberadaan kita, apa adanya ke dalam tangan Nya, buknakah Dia yang sanggup mengubah, memulihkan dan mengisi kita? Apakah kita mau percaya dan ambil bagian dalam itu.
Aku tidak melewati semua dengan biasa-biasa saja bahkan aku tidak melewati masa remajaku ku dengan indah (menurutku karena sama sekali aku tidak mendapatkan apa yang anak-anak lainnya dapatkan semasa remaja mereka). Aku harus berjuang dan seolah aku adalah Kartini di keluargaku sendiri. Walaupun begitu, aku bersyukur atas semua yang terjadi, karena itu aku mendapatkan pelajaran hidup yang berharga, kelak aku juga bisa menguatkan yang lainnya untuk terus mengandalkan Tuhan. Tuhan itu sungguh baik, dan benar Dia Tuhan kita yang keren (itu kata temanku saat dia membaca ini), aku setuju dengannya!
Selamat berkaya para pejuangnya Tuhan Yesus, dan jadilah pemenang dalam ceritamu bersama Tuhan Yesus
(Thanks Kpop, buat masukan, buat bimbingan "yah itu sangat membantuku" aku akan terus bertumbuh dan menulis, jika itu yang Tuhan kasih untuk aku bisa membagikan kesaksian maka dengan senang hati aku akan lakukan.)
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini ^_^
Tuhan memberkati
Komentar
Posting Komentar