Choosing to love again
Judulnya, ceritaku hari ini adalah ketemu mantan, dia bukanlah mantan pacar melainkan teman masa sekolah yang dulunya pernah dekat, namun Tuhan punya rencana lain atas kami berdua.
Dengan nggak sengaja semalam sewaktu kelar latihan nyanyi aku melihat seseorang yang pernah ada dimasa lalu ku, yah dia adalah temanku atau teman dekatku (bisa di bilang begitu), cinta monyetku juga (itu kata orang tua dulu kalau kecil-kecil sudah mulai pacaran). Awalnya masih samar, karena ngeliat dari jauh eh pas berada dalam satu lift dianya nyapa ternyata si Mr. eX. Biasanya kalau kalian nih yang udah punya mantan (entah itu baru satu, dua, tiga bahkan ampe belasan or puluhan) apa yang kalian rasain kalau tiba-tiba ketemu? Hmmm, biasa aja, kangen, malu-malu, seneng atau malah benci? Bagi yang membaca ini, mulai berpikir membayangkan sang mantan dan mulai senyum-senyum.... Nah, kita sendiri yang tahu isi hati kita.
Guys, kadang hati kita ini begitu rapuh, gampang di buai asmara, and gampang banget di tenggelamin lara atau rayuan gombal. Ketika asmara memuncak di hati kita, kita seolah lumpuh oleh buainnya, itu yang dinamakan jatuh cinta berjuta rasanya. Mau makan inget si doi, mau tidur juga inget si doi, kemana-mana maunya berdua. Inilah yang terkadang membuat banyak anak muda kebablasan ketika sedang jatuh cinta. Bukan karena nggak tahu aturannya, tapi lebih dari karena nggak bisa menata hati dan perasaannya.
Sangat penting memiliki prinsip sebelum kita mulai untuk menjalin sebuah hubungan.
Prinsip yang dari dulu aku pegang adalah kekudusan. Kekudusan itu mutlak! Nggak bisa ditawar-tawar lagi atau dipermainkan, itu sudah harga mati yang aku tanamkan dalam diriku. Ingat, kita perlu menjaga agar tubuh kita ini tetap kudus, karena tubuh kita adalah bait-Nya yang seharusnya bukan kita serahin pada keinginan daging yang hanya bertopengkan asmara saja. Itu juga agar kita nggak mudah jatuh dan klepek-klepek ketika ada yang mencoba lontarin jurus dan pesona asmaranya. Hingga tiba waktunya kelak kita bertemu dengan pasangan kita yang Tuhan sudah sediakan, maka itu akan menjadi hadiah terindah dalam pernikahan kita. Intinya adalah kekudusan adalah hal yang mutlak dalam menjalin sebuah hubungan.
Dalam menjalin sebuah hubungan juga perlu yang namanya, komitmen, keterbukaan dan kerendahan hati. Meskipun bukan pakarnya dalam hal ini setidaknya hal sederhana yang aku tanamkan bisa menjadi bekal buat aku bisa menjalin hubungan dengan pria yang Tuhan sudah sediakan (He's on the way), buat pria yang nantinya jadi pendamping hidupku dan buat pria yang nantinya akan ada bersamaku di satu altar (Jauh banget melayangnya nih, tapi itu sudah aku pikirkan)!
Nggak bisa lupain mantan pacar cuma akan ngebuat dirimu susah buat jalani hidup yang lebih baik. Dan terlalu memikirkan masa lalu akan membuatmu sulit untuk melihat masa depan. Putus (dalam sebuah hubungan) adalah hal yang sangat normal. Namun nggak sedikit juga yang setelah putus malah jadi musuh, benci, dan malah menutup diri, nggak mau buka hati buat yang lain, karena kecewa dengan pasangan. Kuncinya adalah bukan bagaimana caranya ngelupain dia yang pernah ada di dalam hidupmu melainkan untuk menerima bahwa dia sudah jadi masa lalumu. Kenangan buruk atau baik, jadiin itu pelajaran yang sangat berarti. Semakin berusaha keras buat ngelupain si mantan, ingatan kita justru semakin kuat, kudu ingat ada kesempatan lain diluar sana yang bisa buat hidupmu lebih bermakna. Jangan habiskan waktumu untuk menangisi hal-hal yang justru akan membuatmu semakin terpuruk dan tidak bisa melihat peluang lainnya. Seperti ada istilah berani pacaran, berarti siap untuk putus toh! And itu bukanlah ending dari duniamu, Move on!! Bangun and buka mata!
Tuhan tidak pernah salah dalam memilihkan kita pasangan, namun Tuhan juga mau agar kita ikutin jalan-Nya Tuhan bukan maunya kita, bukan keinginan daging dan bukan maunya hati kita saja. Aku belajar dari seseorang dan dia pernah berkata seperti ini padaku, "saat kita mulai menggenggam sesuatu dan tidak mau melepaskannya padahal Tuhan sudah menyediakan bahkan ingin memberikan yang terbaik pada kita, maka hal itu tidak akan pernah kita terima. Karena apa, karena kita tidak mau melepaskan apa yang ada pada genggaman kita yang menurut kita itu adalah yang terbaik untuk kita padahal tidak dan tidak mau memberikannya pada Tuhan."
Jadi, jangan sembunyikan dirimu mulailah melakukan hal-hal yang lebih berarti & positive, kamu itu spesial, kamu itu adalah ciptaan-Nya yang berharga, jangan habiskan waktumu untuk menyesali masa lalumu, baik buruknya itu adalah sebuah pembelajaran. Guru terbaik adalah Pengalaman! Itu juga yang aku ingat.
Kita tidak bisa merubah masa lalu kita, itu sudah pasti tapi Tuhan bisa. Percaya maka kamu akan memiliki masa depan yang indah, dan juga buka hati buat yang lain.
Selamat menikmati masa muda mu dan teruslah berkarya ^_^
Salam,
Dengan nggak sengaja semalam sewaktu kelar latihan nyanyi aku melihat seseorang yang pernah ada dimasa lalu ku, yah dia adalah temanku atau teman dekatku (bisa di bilang begitu), cinta monyetku juga (itu kata orang tua dulu kalau kecil-kecil sudah mulai pacaran). Awalnya masih samar, karena ngeliat dari jauh eh pas berada dalam satu lift dianya nyapa ternyata si Mr. eX. Biasanya kalau kalian nih yang udah punya mantan (entah itu baru satu, dua, tiga bahkan ampe belasan or puluhan) apa yang kalian rasain kalau tiba-tiba ketemu? Hmmm, biasa aja, kangen, malu-malu, seneng atau malah benci? Bagi yang membaca ini, mulai berpikir membayangkan sang mantan dan mulai senyum-senyum.... Nah, kita sendiri yang tahu isi hati kita.
Guys, kadang hati kita ini begitu rapuh, gampang di buai asmara, and gampang banget di tenggelamin lara atau rayuan gombal. Ketika asmara memuncak di hati kita, kita seolah lumpuh oleh buainnya, itu yang dinamakan jatuh cinta berjuta rasanya. Mau makan inget si doi, mau tidur juga inget si doi, kemana-mana maunya berdua. Inilah yang terkadang membuat banyak anak muda kebablasan ketika sedang jatuh cinta. Bukan karena nggak tahu aturannya, tapi lebih dari karena nggak bisa menata hati dan perasaannya.
Prinsip yang dari dulu aku pegang adalah kekudusan. Kekudusan itu mutlak! Nggak bisa ditawar-tawar lagi atau dipermainkan, itu sudah harga mati yang aku tanamkan dalam diriku. Ingat, kita perlu menjaga agar tubuh kita ini tetap kudus, karena tubuh kita adalah bait-Nya yang seharusnya bukan kita serahin pada keinginan daging yang hanya bertopengkan asmara saja. Itu juga agar kita nggak mudah jatuh dan klepek-klepek ketika ada yang mencoba lontarin jurus dan pesona asmaranya. Hingga tiba waktunya kelak kita bertemu dengan pasangan kita yang Tuhan sudah sediakan, maka itu akan menjadi hadiah terindah dalam pernikahan kita. Intinya adalah kekudusan adalah hal yang mutlak dalam menjalin sebuah hubungan.
Dalam menjalin sebuah hubungan juga perlu yang namanya, komitmen, keterbukaan dan kerendahan hati. Meskipun bukan pakarnya dalam hal ini setidaknya hal sederhana yang aku tanamkan bisa menjadi bekal buat aku bisa menjalin hubungan dengan pria yang Tuhan sudah sediakan (He's on the way), buat pria yang nantinya jadi pendamping hidupku dan buat pria yang nantinya akan ada bersamaku di satu altar (Jauh banget melayangnya nih, tapi itu sudah aku pikirkan)!
Nggak bisa lupain mantan pacar cuma akan ngebuat dirimu susah buat jalani hidup yang lebih baik. Dan terlalu memikirkan masa lalu akan membuatmu sulit untuk melihat masa depan. Putus (dalam sebuah hubungan) adalah hal yang sangat normal. Namun nggak sedikit juga yang setelah putus malah jadi musuh, benci, dan malah menutup diri, nggak mau buka hati buat yang lain, karena kecewa dengan pasangan. Kuncinya adalah bukan bagaimana caranya ngelupain dia yang pernah ada di dalam hidupmu melainkan untuk menerima bahwa dia sudah jadi masa lalumu. Kenangan buruk atau baik, jadiin itu pelajaran yang sangat berarti. Semakin berusaha keras buat ngelupain si mantan, ingatan kita justru semakin kuat, kudu ingat ada kesempatan lain diluar sana yang bisa buat hidupmu lebih bermakna. Jangan habiskan waktumu untuk menangisi hal-hal yang justru akan membuatmu semakin terpuruk dan tidak bisa melihat peluang lainnya. Seperti ada istilah berani pacaran, berarti siap untuk putus toh! And itu bukanlah ending dari duniamu, Move on!! Bangun and buka mata!
Tuhan tidak pernah salah dalam memilihkan kita pasangan, namun Tuhan juga mau agar kita ikutin jalan-Nya Tuhan bukan maunya kita, bukan keinginan daging dan bukan maunya hati kita saja. Aku belajar dari seseorang dan dia pernah berkata seperti ini padaku, "saat kita mulai menggenggam sesuatu dan tidak mau melepaskannya padahal Tuhan sudah menyediakan bahkan ingin memberikan yang terbaik pada kita, maka hal itu tidak akan pernah kita terima. Karena apa, karena kita tidak mau melepaskan apa yang ada pada genggaman kita yang menurut kita itu adalah yang terbaik untuk kita padahal tidak dan tidak mau memberikannya pada Tuhan."
Jadi, jangan sembunyikan dirimu mulailah melakukan hal-hal yang lebih berarti & positive, kamu itu spesial, kamu itu adalah ciptaan-Nya yang berharga, jangan habiskan waktumu untuk menyesali masa lalumu, baik buruknya itu adalah sebuah pembelajaran. Guru terbaik adalah Pengalaman! Itu juga yang aku ingat.
Kita tidak bisa merubah masa lalu kita, itu sudah pasti tapi Tuhan bisa. Percaya maka kamu akan memiliki masa depan yang indah, dan juga buka hati buat yang lain.
Selamat menikmati masa muda mu dan teruslah berkarya ^_^
Salam,



Komentar
Posting Komentar