Hidup yang seperti apa yang aku inginkan? Kita inginkan?
Kita sering kali di perhadapkan dengan pilihan hidup yag sulit, malahan terkadang kita disuruh memilih tanpa adanya sebuah pilihan. Itu jelas sangat sulit, tapi hidup harus terus berjalan, tahukah kalian ketika aku berdoa meminta pada Tuhan agar aku diberikan kekuatan, Tuhan malah memberikan aku kesulitan untuk membuat aku menjadi kuat. Kalau dipikir-pikir itu sangat tidak masuk akal dan bertolak sekali dari apa yang aku inginkan. Hidup yang kujalani adalah masalah yan aku hadapi, aku tidak mungkin berlari atau aku hanya diam ditempat saja. Hanya orang-orang yang bertahan lah yang akan memenangkan pertandingan hidup ini sampai ke garis finish. Kalau aku mengeluh tentang apa yang sedang aku hadapi Tuhan selalu punya cara untuk memberikanku pilihan. Aku akan diperhadapkan dengan orang-orang di jalanan, orang-orang yang hidupnya jauh bahkan sangat jauh dari apa yang aku bisa bayangkan, dari anak-anak jalanan yang harus berjualan koran di tiap-tipa lampu merah, para orang tua yang selalu menunggu di tia-tiap depan toko atau keramaian hanya untuk mendapatkan belas kasihan, atau mereka yang tidak bisa makan 3 x sehari seperti yang aku lakukan, dan tidak memiliki tempat tinggal, yang kalau di siang hari mereka harus kepanasan dan malam harinya mereka akan kedinginan. Itu belum cukup, aku juga diperhadapkan dengan anak-anak di panti yang begitu menyedihkan :( apakah aku masih bisa mengeluh dan bilang ke Tuhan kalau Tuhan tidak ada? Kalau Tuhan itu tidak adil padaku. Aku mulai menangis dan minta ampun akan sikapku, sekarangbukan waktunya aku harus bergumul dengan masalahku sendiri, kalau Tuhan taruh beban di hati kau untuk bisa memperhatikan mereka semua sebenarnya itu adalah beban terberat yang aku harus pikul. Bagaimana mungkin aku bisa sementara aku juga memiliki pergumulan? Bagaimana aku bisa membagikan kasih kepada mereka sementara aku sendiri tidak ada mendapatkan itu :( aku bingung.
Aku mulai menarik nafas dalam-dalam, menutup mata ku dan aku mulai berdoa... Lagi lagi yang muncul dalam pikiranku adalah wajah mereka, jiwa mereka yang menangis minta tolong. Aku mendengar teriakan hati mereka dan semakin aku memalinkan wajah ini aku tidak tahan.
Andai saja dunia ini memiliki orang-orang kaya yang mau memberikan hati terhadap mereka maka ini tidak akan sesulit itu, mereka akan segera tertolong masalahnya tidak demikian. Orang-oran terlalu sibuk denganurusan mereka sendiri dan sibuk dengan dunianya, mereka mana mau tahu dengan apa yang ada disekitarnya. Bagaimana mungkin Tuhan suruh aku untuk melakukan tugas itu? Aku bukan berasal dari keluarga yang kaya, aku juga tidak berasal dari keluarga yang harmonis, aku tidak sempurna :( apa yang bisa aku bagikan dan berikan?
Ternyata, Tuhan tidak membutuhkan orang-orang seperti itu eka, Tuhan hanya mau memakai orang-orang yang menaruh hati dan orang-orang yang mau saja. Kamu memangterbatas, tapi Tuhan akan memberikan kamu kekuatan dan Roh-Nya akan selalu ada bersamamu dan memampukanmu eka. Sama seperti murid-murid Tuhan Yesus, ketika mereka dipanggil Tuhan untuk menjadi Penjala manusia, ketika Tuhan suruh mereka untuk memberitakan injil, membagikan Firman kebenaran dan menjadi saksi, merka hanya TAAT saja. Lalu mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mereka bisa melakukan itu.
Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita justru bisa membagikan kasih dan memerikan sapaan kasih Kristus kepada orang lain. Kita tidak bisa ego, menikmatinya sendiri tanpa mau tahu dengan keadaan yang ada disekitar kita.
Walau aku begitu kecil, berada dalam dunia yang begitu luas ini dan melakukan hal-hal yang menurut orang tidak penting dan kecil tapi aku mau. Aku mau membagikan apa yang aku miliki dengan mereka, mungkin inilahpanggilan Tuhan akan hidupku.
Aku hanya ingin sedikit bisa lebih berarti dan berdampak...
Ketika aku menangisi mereka dan memebrikan hidupku untuk melayani mereka maka aku akan menemukan kebahagiaanku...
Komentar
Posting Komentar