Masa mudaku untuk Tuhan

Percaya atau tidak apa yang kita lakukan itu akan berdampak. Hal baik yang kita lakukan maka hal baik pula yang akan kita terima begitu juga sebaliknya, jika hal yang ngga baik yang kita lakukan maka hal yang ngga baik pulalah yang akan kita dapatkan.

Keputusanku untuk menjadi bagian dari mereka bukanlah karena aku baik melainkan karena aku tahu bahwa Tuhan itu sangat baik dan aku memiliki kerinduan dan terbeban untuk bisa mengerti mereka dan menjadi bagian dari mereka. Selama ini aku bertanya-tanya pada Tuhan, 'Hal apakah yang Tuhan mau untuk aku lakukan?' Dan Tuhan bilang, 'Aku harus kasihi mereka' aku harus kenalin KASIH yang Tuhan udah berikan untukku, biar mereka juga bisa merasakannya, bahkan juga mengenal siapa itu Yesus dan aku yakin Ia ingin memakai hidupku sebagai alat kerajaan-Nya. Yesus membuatku memiliki arah untuk melangkah di jalan kehidupan yang menuju masa depan yang penuh harapan. Hidup adalah Kristus dan terus berbuah untuk kemuliaan Tuhan. Dan tentunya ini semua bukan tentang aku, tapi melainkan tentang Tuhan dan bagaimana Tuhan udah ngerubah hidupku dan mengasihi aku. And i think everybody need a love! Begitu simplenya yang Tuhan mau bukan?

Anak-anak jalanan bukanlah sesuatu yang diperhitungkan dunia, bahkan seringkali orang-orang tidak menganggap mereka ada. Sering aku berpikir, 'kenapa begitu sulit bagi mereka yang naik mobil untuk membeli sebuah koran ketimbang mereka yang hanya naik motor bahkan jalan kaki? Dan hal ini ngingetin aku sama apa yang Tuhan pernah bilang bahwa, 'Lebih mudah seekor unta untuk masuk lewat lubang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan Allah.' Jabatan (baik itu posisi atapun karir), kekayaan, popularitas, membuat kita lupa untuk apa Tuhan berkati kita bahkan kita terkadang lupa darimana sumber semua itu makanya kita ngga mau untuk berbagi. Kita merasa bahwa kita layak untuk menikmatinya karena kita memperolehnya dengan jerih payah kita sendiri.

Pernahkah kita berpikir tentang anak-anak jalanan, orang-orang miskin, atau siapa saja yang mungkin sedikit kurang beruntung dari kita? Apakah mereka bisa makan 3 kali sehari seperti kita, membeli apapun yang mereka inginkan atau berpergian kemanapun yang mereka mau? Dimana tempat tinggal mereka, bagaimana jika malam hari dengan dinginnya atmosphere atau bagaimana jika turun hujan? Pernahkan kita memikirkan bagaimana pendidikan mereka? Atau kenapa mereka sampai bisa putus asa bahkan mengakhiri hidupnya?
Jangan salahkan jika kita menemukan anak kecil nyolong satu jajanan disupermarket - Itu karena dia sangat lapar atau bahkan dia sangat ingin memakan itu namun karena tidak ada yang pernah memberinya dan diapun nekat. 
Jangan salahkan jika ada seorang ibu yang harus memboyong anaknya dan pergi ke tengah-tengah jalan untuk meminta belas kasihan, dengan berharap kita akan iba setidaknya untuk anaknya saja. Pernahkah kita pikirkan hal itu?
Jangan salahkan juga jika seorang Ayah harus rela mengorbankan harga dirinya untuk meminta-minta, bahkan melakukan apa saja (mungut barang bekas, ngamen, atau bahkan mereka pura-pura cacat untuk mendapatkan perhatian kita), itu semua dia lakukan agar bisa untuk bertahan hidup.
Pernahkah terpikirkan oleh kita?

Uang, waktu, tenaga (yah sesuatu seperti kesibukan) bukanlah alasan and inget alasan bukanlah hal terbaik yang kita bisa berikan buat mereka. Di atas semua itu keperdulian kita, perhatian, kasih sayang lebih dari yang mereka butuhkan karena dengan begitu mereka akan merasa di hargai dan bukannya di abaikan, di kasihi, dan diperhatikan. Masa-masa muda adalah masa-masa yang sangat indah untuk terus bisa berkarya buat Tuhan. Apa yang kita punya, jika talenta berikan maka itu akan dilipatgandakan Tuhan, jika kekayaan - Bagikan itu dan jangan takut bahwa jika kamu share kekayaanmu (uangmu) maka kamu akan berkerungan, inget Tuhan sangat tahu bagaimana memberkati anak-anak Nya, jika tenaga - yuk bantu mereka toh kita juga bisa ikutan jualin koran atau apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu. Apa saja!!

Ini adalah hal sederhana yang aku dan teman-temanku lakukan. Ira dan Rimson adalah rekan kerja di ladangnya Tuhan yang Tuhan kasih untukku. Kemaren adalah hal yang sederhana kami lakukan bahkan sangaaaat sederhana sekali. Kami duduk bersama-sama dengan mereka, mendengarkan cerita mereka dan memberikan mereka semangat. Aku yakin saat itu juga mereka merasa bahwa ternyata ada orang-orang yang perduli dengan mereka dan mau mengerti mereka. Secara pribadi aku begitu bersukacita melakukannya bahkan senang sekali, dan aku sungguh bersemangat dan itulah kuncinya. Orang yang bahagia adalah orang yang menikmati apa yang menjadi tugas panggilannya. Jika aku katakan masa mudaku untuk Tuhan, maka keputusan itu ngga akan pernah salah. Sesuatu yang besar akan terjadi, pertobatan, pengenalan akan Kristus bahkan Kasih yang aku sudah rasakan, kebaikan yang aku telah terima juga akan orang lain rasakan.

Jadilah berkat bagi sesama, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan melalui keberadaan kita ditengah komunitas.
Jadilah pelaku Firman yang menyampaikan prinsip-prinsip kehidupan yang di ajarkan oleh Firman Tuhan. Tuhan sudah menyediakan berkat, tetapi tidak semua orang akhirnya layak untuk mendapatkannya. Tuhan ingin memberkati kita dengan banyak hal namun Tuhan juga mau agar kita bisa menyalurkannya bagi orang lain. Mari kita penuhi panggilan hidup yang dipercayakan Tuhan atas kita, supaya kehidupan kita berkenan dihadapan-Nya. Do something!

Terima kasih sudah memberikan waktu untuk membaca tulisan ku ini. Dan semoga bisa menjadi berkat bagi kita semua dan Tuhan akan terus bekerja atas hidup kita.

Eka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

He is AMAZING

Apapun yang terjadi di dalam hidupku tetap ku berkata Tuhan Yesus baik

Cinta itu sebuah kata, sebuah rasa yang sa