It Is Well With My Soul
Pernah dengar lagu ini tidak "Dari semula, tlah Kau tetapkan hidup ku dalam tangan Mu dalam rencana Mu Tuhan. Rencana indah tlah Kau siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan. Smua baik, smua baik apa yang tlah kau perbuat di dalam hidupku. Smua baik, sungguh teramat baik, kau jadikan hidupku berarti." Sungguh indah bukan lagunya, iyah benar sekali namun tahukah kita bahwa arti dari lagu itu atau bagaimana lagu itu bisa tercipta. Mungkin saya harus belajar dan saya sampai menangis menyanyikan lagu tersebut.
Sering sekali ketika saya sedang mengalami masa sulit dalam hidup respon pertama saya adalah Mengeluh. Yah, itu benar itu adalah sikap pertama saya dan tentunya saya langsung bertanya pada Tuhan "Tuhan, mengapa ini harus terjadi, atau kok begini yah Tuhan?" dan akan banyak pertanyaan lainnya. Itu jelas bukan sikap yang baik.
Namun bukanlah hal yang mudah juga untuk dapat mengatakan hal yang baik saat situasimu sedang sulit, tidak mudah untuk bersyukur saat kondisimu sedang tidak baik, tapi tahukah kamu bahwa pemenang sejati itu adalah dia yang tahu bagaimana untuk tetap bersyukur karena dia tahu bahwa bukan keadaanlah yang dapat mengubah hatinya untuk selalu bisa bersyukur. Bahwa dia tahu kalau Tuhan sedniri sudah berkata bahwa "Kita bukan sekedar pemenang namun lebih dari pada PEMENANG." Hidup akan terasa sulit jika kita tidak bisa mensyukuri apa yang terjadi dan apa yang kita dapatkan. Hidup akan terasa lebih berat dan menurut saya justru tidak akan berubah menjadi baik ketika saya harus menggerutu.
Situasi saya saat ini bisa dikategorikan di dalamnya. Semalam saya baru pindahan rumah, kita sudah packing barang dan semua seperti berjalan dengan baik saja, beberapa teman saya datang untuk membantu dan mereka begitu bersemangat walaupun saya kelelahan tapi karena mereka ada membantu, maka saya merasa sedikit baikan. Namun apa yang terjadi setelah itu? Apa yang terjadi setelah kami menempati rumah kami, bahkan kami belum sempat menghela nafas dan kondisi saya sedang memegang barang saya sudah melihat wajah abang saya terlihat jelas ada sesuatu dan saya sudah bisa menebak. Ternyata, yang punya rumah kontrakan tersebut adalah seorang haji yang tinggal di Bangkinang, dia tidak mengijinkan kami untuk menempati rumahnya dan alasan yang sempat terdengar oleh ku dari pembicaraan si Bapak (Penjaga rumahnya) dengan Adek saya, adalah karena kami orang Kristen. Bisa bayangkan bagaimana perasaan saya setelah itu? Bahkan keringat di badanpun belum kering namun kami sudah mendapat berita seperti itu dna tetangga juga tidak menerima dengan baik kehadiran kami. Saya langsung lemas dan sedikit shock, saya sudah tidak bisa berkata apa-apa dan seolah saya tidak bisa berpikir saat itu. Yang ada dipikiran saya adalah "Kenapa harus begini? Bagaimana ini?" Saya mulai menyalahkan Abang saya dan bla bla bla.. Hati saya menjadi dingin dan serasa ingin marah sekali. iyah, itu yang saya rasakan dan itu membuat saya menjadi sangat sedih.
Saya berusaha untuk menjadi tegar dan menahan semua amarah dalam hati saya dan terdiam sejenak. Saya hanya butuh Tuhan, iyah saya membutuhkan Dia untuk memeluk saya dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja, untuk mengatakan bahwa dia ada disisi saya bersama saya dan tidak meninggalkan saya sama sekali. Maka dari itu saya bersyukur dan berkata bahwa semua baik adanya, bahwa Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih indah, ini belum selesai. Saya juga sempat mengingat apa yang Pastor saya sampaikan pada Minggu kemaren bahwa "Your best days are yet to come" Percaya dan kamu akan menerimanya Eka. Saya berusaha ingin menceritakannya pada salah seorang teman dan paman yang saya anggap adalah orang yang selalu care dengan saya namun dia tidak menanggapinya dengan apa yang saya harapkan.Saya masih berharap dapat penghiburan dari manusia padahal yang saya butuhkan itu ada pada Tuhan Yesus yang akan memberikan saya kelegaan. Saya tidak cukup pintar untuk dapat menceritakan ini dengan baik namun yang ingin saya sampaikan adalah Tidak ada sesuatu pun yang buruk terjadi pada kita kalau kita tidak ijinkan, bagaimana kita berpikir, bagaimana kita menikmatinya adalah bagaimana kita menerimanya. Terkadang memang Tuhan seperti ijinkan itu semua terjadi, namun tahukah bahwa itu semua tidak lain hanya ingin membuat kita lebih kuat dan tangguh, adalah untuk membuat kita siap untuk menerima sesuatu yang lebih baik. Memang, akan terasa tidak menyenangkan, akan terasa begitu pedih dan serasa ingin menangis. Namun, jika kita pandang Tuhan dan rencana Nya maka semua itu akan terbayar dengan senyuman dan tawa yang akan kita terima nantinya. Ganti semua keluhanmu dengan ucapan syukur kamu akan melihat pekerjaan Tuhan yang luarbiasa dalam hidupmu sedang terjadi. Dia sedang mengerjakannya, percaya saja.
Orang hebat bukanlah orang yang dalam hidupnya tidak terjadi masalah, bukan juga orang yang hidupnya datar-datar saja, jika kita ingin lebih tentunya ada harga yang harus dibayar dan orang hebat adalah orang yang selalu siap dan tangguh dalam menghadapi masalah yang datang dalam hidupnya. Tidak perduli jika kamu adalah Wanita atau pun Pria, keputusan untuk menang ada di tangan kamu, kita, saya dan kita!
Terima kasih Tuhan, di situasiku yang saat ini Tuhan membangkitkan imanku dan membuatku tersenyum, walau sempat menangis dan bersembunyi di toilet tapi Tuhan memelukku dengan kasih Nya dan menggantikan air mata menjadi senyuman, dan Dia berkata padaku bahwa "Tenanglah anakku, semua akan baik-baik saja." Iyah, dan bagianku adalah percaya pada Bapa ku.
Note : Mengeluh boleh, menangis juga boleh itu wajar saat kamu merasa bahwa hati kamu sedang tidak baik namun jangan habiskan hidupmu hanya untuk menangisi permasalahan, jangan sia-siakan waktumu untuk mengeluh karena itu tidak akan mengubah apa pun yang terjadi justru yang ada kitanya akan semakin terpuruk dan terbawa suasana.
Thanks for spending your time to read this and please pray for me, salam dari penulis Eka Safitri Siburian
Saya menulis dari meja kerja, dari komputer kantor saya dan sebentar lagi sekitar pukul 12.30 PM saya akan pulang untuk mencari rumah kontrakan yang baru, semangat untuk saya dan have a blessed Monday buat kamu yang manis yang sedang membaca tulisan ini dan yang sedang tersenyum.
Monday, 02 March 2015
Sering sekali ketika saya sedang mengalami masa sulit dalam hidup respon pertama saya adalah Mengeluh. Yah, itu benar itu adalah sikap pertama saya dan tentunya saya langsung bertanya pada Tuhan "Tuhan, mengapa ini harus terjadi, atau kok begini yah Tuhan?" dan akan banyak pertanyaan lainnya. Itu jelas bukan sikap yang baik.
Namun bukanlah hal yang mudah juga untuk dapat mengatakan hal yang baik saat situasimu sedang sulit, tidak mudah untuk bersyukur saat kondisimu sedang tidak baik, tapi tahukah kamu bahwa pemenang sejati itu adalah dia yang tahu bagaimana untuk tetap bersyukur karena dia tahu bahwa bukan keadaanlah yang dapat mengubah hatinya untuk selalu bisa bersyukur. Bahwa dia tahu kalau Tuhan sedniri sudah berkata bahwa "Kita bukan sekedar pemenang namun lebih dari pada PEMENANG." Hidup akan terasa sulit jika kita tidak bisa mensyukuri apa yang terjadi dan apa yang kita dapatkan. Hidup akan terasa lebih berat dan menurut saya justru tidak akan berubah menjadi baik ketika saya harus menggerutu.
Situasi saya saat ini bisa dikategorikan di dalamnya. Semalam saya baru pindahan rumah, kita sudah packing barang dan semua seperti berjalan dengan baik saja, beberapa teman saya datang untuk membantu dan mereka begitu bersemangat walaupun saya kelelahan tapi karena mereka ada membantu, maka saya merasa sedikit baikan. Namun apa yang terjadi setelah itu? Apa yang terjadi setelah kami menempati rumah kami, bahkan kami belum sempat menghela nafas dan kondisi saya sedang memegang barang saya sudah melihat wajah abang saya terlihat jelas ada sesuatu dan saya sudah bisa menebak. Ternyata, yang punya rumah kontrakan tersebut adalah seorang haji yang tinggal di Bangkinang, dia tidak mengijinkan kami untuk menempati rumahnya dan alasan yang sempat terdengar oleh ku dari pembicaraan si Bapak (Penjaga rumahnya) dengan Adek saya, adalah karena kami orang Kristen. Bisa bayangkan bagaimana perasaan saya setelah itu? Bahkan keringat di badanpun belum kering namun kami sudah mendapat berita seperti itu dna tetangga juga tidak menerima dengan baik kehadiran kami. Saya langsung lemas dan sedikit shock, saya sudah tidak bisa berkata apa-apa dan seolah saya tidak bisa berpikir saat itu. Yang ada dipikiran saya adalah "Kenapa harus begini? Bagaimana ini?" Saya mulai menyalahkan Abang saya dan bla bla bla.. Hati saya menjadi dingin dan serasa ingin marah sekali. iyah, itu yang saya rasakan dan itu membuat saya menjadi sangat sedih.
Saya berusaha untuk menjadi tegar dan menahan semua amarah dalam hati saya dan terdiam sejenak. Saya hanya butuh Tuhan, iyah saya membutuhkan Dia untuk memeluk saya dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja, untuk mengatakan bahwa dia ada disisi saya bersama saya dan tidak meninggalkan saya sama sekali. Maka dari itu saya bersyukur dan berkata bahwa semua baik adanya, bahwa Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih indah, ini belum selesai. Saya juga sempat mengingat apa yang Pastor saya sampaikan pada Minggu kemaren bahwa "Your best days are yet to come" Percaya dan kamu akan menerimanya Eka. Saya berusaha ingin menceritakannya pada salah seorang teman dan paman yang saya anggap adalah orang yang selalu care dengan saya namun dia tidak menanggapinya dengan apa yang saya harapkan.Saya masih berharap dapat penghiburan dari manusia padahal yang saya butuhkan itu ada pada Tuhan Yesus yang akan memberikan saya kelegaan. Saya tidak cukup pintar untuk dapat menceritakan ini dengan baik namun yang ingin saya sampaikan adalah Tidak ada sesuatu pun yang buruk terjadi pada kita kalau kita tidak ijinkan, bagaimana kita berpikir, bagaimana kita menikmatinya adalah bagaimana kita menerimanya. Terkadang memang Tuhan seperti ijinkan itu semua terjadi, namun tahukah bahwa itu semua tidak lain hanya ingin membuat kita lebih kuat dan tangguh, adalah untuk membuat kita siap untuk menerima sesuatu yang lebih baik. Memang, akan terasa tidak menyenangkan, akan terasa begitu pedih dan serasa ingin menangis. Namun, jika kita pandang Tuhan dan rencana Nya maka semua itu akan terbayar dengan senyuman dan tawa yang akan kita terima nantinya. Ganti semua keluhanmu dengan ucapan syukur kamu akan melihat pekerjaan Tuhan yang luarbiasa dalam hidupmu sedang terjadi. Dia sedang mengerjakannya, percaya saja.
Orang hebat bukanlah orang yang dalam hidupnya tidak terjadi masalah, bukan juga orang yang hidupnya datar-datar saja, jika kita ingin lebih tentunya ada harga yang harus dibayar dan orang hebat adalah orang yang selalu siap dan tangguh dalam menghadapi masalah yang datang dalam hidupnya. Tidak perduli jika kamu adalah Wanita atau pun Pria, keputusan untuk menang ada di tangan kamu, kita, saya dan kita!
Terima kasih Tuhan, di situasiku yang saat ini Tuhan membangkitkan imanku dan membuatku tersenyum, walau sempat menangis dan bersembunyi di toilet tapi Tuhan memelukku dengan kasih Nya dan menggantikan air mata menjadi senyuman, dan Dia berkata padaku bahwa "Tenanglah anakku, semua akan baik-baik saja." Iyah, dan bagianku adalah percaya pada Bapa ku.
Note : Mengeluh boleh, menangis juga boleh itu wajar saat kamu merasa bahwa hati kamu sedang tidak baik namun jangan habiskan hidupmu hanya untuk menangisi permasalahan, jangan sia-siakan waktumu untuk mengeluh karena itu tidak akan mengubah apa pun yang terjadi justru yang ada kitanya akan semakin terpuruk dan terbawa suasana.
Thanks for spending your time to read this and please pray for me, salam dari penulis Eka Safitri Siburian
Saya menulis dari meja kerja, dari komputer kantor saya dan sebentar lagi sekitar pukul 12.30 PM saya akan pulang untuk mencari rumah kontrakan yang baru, semangat untuk saya dan have a blessed Monday buat kamu yang manis yang sedang membaca tulisan ini dan yang sedang tersenyum.
Monday, 02 March 2015

Komentar
Posting Komentar